Sejauh Mana Dampak Suku Bunga AS Terhadap Rupiah? Ini Kata Bambang

Sejauh Mana Dampak Suku Bunga AS Terhadap Rupiah? Ini Kata Bambang

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2015 20:38 WIB
Sejauh Mana Dampak Suku Bunga AS Terhadap Rupiah? Ini Kata Bambang
Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), segera menggelar pertemuan untuk membahas tingkat suku bunga acuan. Perubahan bunga ini dipastikan akan berpengaruh terhadap pasar keuangan global.

Akan tetapi diperkirakan gejolaknya tidak akan terlalu besar. Karena sebenarnya investor sudah merespons ini sejak 2 tahun silam.

Saat AS sudah mengumumkan untuk mengurangi stimulus (tapering off) yang sudah berlangsung pasca AS resesi 2009 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya pasti ada gejolak (kalau bunga AS naik), tapi kalau saya melihat sebagian besar gejolak sebenarnya sudah di-price in dalam perubahan currency (nilai tukar) kita sejak tahun 2013," ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Penghentian stimulus diumumkan pada Agustus 2013, meskipun baru terealisasi pada Januari 2014. Saat itu dolar sudah merangkak menembus Rp 10.000.

Kemudian berlanjut terus hingga sekarang menembus Rp 14.400. Menurut Bambang hal tersebut adalah bagian dari respons investor. Di samping juga ada persoalan lain seperti krisis Yunani dan devaluasi mata uang oleh China.

"Pasti ada gejolak, tapi sebagian gejolaknya sudah diambil di depan," imbuhnya.

Namun pemerintah juga telah menyiapkan berbagai antisipasi. Melalui koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Ya kita sebagai FKSSK tadi meng-update kalau kondisi sektor keuangan perbankan masih aman, tapi yang kita jaga memang supaya rupiah ini bisa dikendalikan," kata Bambang.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads