Menurut Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, pelunasan utang lebih awal ini sejalan dengan rencana perusahaan memperkuat posisi keuangan, sekaligus mengurangi risiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.
"Kondisi perekonomian global yang kurang menguntungkan telah berpengaruh pada neraca keuangan kami, antara lain karena adanya pinjaman kami dalam dolar AS yang tidak di-hedge, yang menyebabkan antara lain kerugian kurs di setiap kuartal. Untuk itulah kami memutuskan untuk menempuh langkah percepatan pelunasan atas pinjaman-pinjaman dalam mata uang asing agar neraca kami menjadi lebih baik ke depan," katanya dalam siaran pers, Jumat (18/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utang tersebut dilunasi memakai dana internal perusahaan. Atas pembayaran utang ini, maka pinjaman XL dalam bentuk dolar AS yang tidak dilindung nilai turun dari 38% menjadi 32%.
(ang/dnl)











































