Meski demikian, pendapatan bersih perseroan di semester I-2015 naik sebesar 15% dari Rp 6,5 triliun menjadi Rp 7,481 triliun.
"Pertumbuhan penjualan like for like dari strategi investasi harga," ujar Presiden Direktur HERO Stephane Deutsch dalam Public Expose di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arus kas perseroan meningkat sebesar Rp 450 miliar pada periode ini sebagai hasil dari peningkatan fokus pada modal kerja dan penurunan belanja modal karena perlambatan ekspansi gerai.
Posisi keuangan perseroan tetap kuat dengan utang bersih sebesar Rp 47 miliar pada akhir Juni 2015.
Stephane menjelaskan, meskipun dalam kondisi perdagangan yang sepi, perusahaan ritel itu masih mencatatkan penjualan positif di semester I-2015 dengan pertumbuhan penjualan like for like yang kuat pada bisnis makanan serta kesehatan dan kecantikan.
Hasil penjualan dari gerai pertama IKEA pertama juga cukup menjanjikan. Profitabilitas dipengaruhi negatif oleh kenaikan upah minimum, peningkatan pemeriksaan persediaan dan rasionalisasi gerai.
Di bisnis makanan, investasi pada harga telah menyebabkan penurunan margin laba kotor.
"Program rasionalisasi gerai, yang dimulai pada semester kedua tahun lalu menghasilkan penutupan bersih 63 gerai di tahun ini terutama pada merk gerai Starmart," terang dia.
Totalnya, Hero telah menutup 74 gerai miliknya yaitu Starmart dan Guardian di sepanjang semester I-2015.
(drk/ang)











































