"Waktu 2014, kami rencanakan IPO bisa kita lakukan di 2015. Tapi momentumnya kurang baik sekarang, jadi kita tunda," ujar ujar Direktur Utama HK Realtindo, Muhammad Fauzan, saat makan malam bersama di Pacific Restaurant and Lounge, Jakarta, Jumat (18/9/2015).
Berdasarkan saran dari penasihat finansial perusahaan, momentum yang baik bagi perusahaan properti ini untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah pada 6 bulan setelah pasar kembali rebound, alias berbalik menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ia mengatakan IPO akan dilakukan pihaknya paling lambat pada awal 2017.
"Rencananya kami akan melepas 30%-35% saham ke publik. Target perolehan dananya sekitar Rp 1,2 triliun sampai Rp 1,5 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan untuk penambahan cadangan lahan, peningkatan reccuring income, pembangunan proyek, dan modal kerja jangka menengah," tambahnya.
Anak usaha HK ini punya kinerja yang cukup baik sejak didirkan pada tahun 2010 dengan modal Rp 5 miliar. Di 2014, perusahaan ini mampu membukukan laba bersih Rp 102 miliar. Sementara di tahun ini, perseroan memperkirakan dapat mencatatkan perolehan laba Rp 151 miliar dengan capaian pendapatan sebesar Rp 850 miliar.
(dna/dnl)










































