Penurunan indeks saham dipimpin oleh penurunan saham produsen barang konsumer, dan manufaktur.
Mengawali perdagangan hari ini, IHSG dibuka naik 4,536 poin (0,1%) ke level 4.380,618.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menutup perdagangan Selasa (22/9/2015), IHSG turun 32,038 poin (0,73%) ke 4.344,044. Sementara indeks LQ45 turun 7,262 poin (0,99%) ke 729,923.
Posisi terendah IHSG adalah di 4.337,09. Sementara nilai dolar sore ini menurut Reuters, berada di Rp 14.520.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 196.493 kali dengan volume 6,133 miliar lembar saham senilai Rp 4,262 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 178 turun, dan 85 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak bervariasi di sore ini.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
- Indeks Hang Seng naik 156,77 poin (0,72%) ke level 21.913,70
- Indeks Komposit Shanghai menguat 29,08 poin (0,92%) ke level 3.185,62
- Indeks Straits Times turun 7,8 poin (0,27%) ke level 2.874,47
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 375 ke Rp 5.725, Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) naik Rp 265 ke Rp 2.400, Asahimas (AMFG) naik Rp 175 ke Rp 5.875, dan AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 175 ke Rp 5.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom Indonesia (TCID) turun Rp 1.000 ke Rp 16.000, Unilever (UNVR) turun Rp 950 ke Rp 38.050, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 775 ke Rp 42.250, dan Siloam (SILO) turun Rp 700 ke Rp 13.800.
(dnl/hen)











































