Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai, saat ini investor di pasar modal tengah dalam tekanan merespons ketidakpastian ekonomi global, dan seringnya perubahan asumsi makro ekonomi oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI).
"Menteri sekarang seperti analis sering mengubah prediksi, terlalu sering, BI juga, itu dijadikan sentimen pasar, jadi rusak, pasar tegang," katanya kepada detikFinance, Selasa (22/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi tahun depan menjadi hanya 5,3% dari sebelumnya 5,5%. Sementara BI di angka 5,2-5,6%.
Penundaan rencana bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan tingkat suku bunganya membuat pasar dalam negeri bimbang.
IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahannya esok hari di angka 4.325-4.390. Jika level support bisa ditembus, kemungkinan IHSG bisa tembus di level 4.290.
Tak hanya itu, rupiah juga masih akan melanjutkan pelemahan hingga kepastian The Fed untuk menentukan arah suku bunganya.
"IHSG kecenderungannya koreksi. Rupiah itu tidak ada sentimen positif. Jadi masih akan melemah sampai akhir tahun," imbuh Satrio.
(drk/dnl)











































