Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, sejak Januari-September 2015 ini, rata-rata dolar berada di Rp 13.797.
"Kami sampaikan sebagai background, bahwa kurs sekarang Rp 14.498/US$ pada 22 September 2015 adalah tergolong undervalue, dengan rata-rata kurs hingga September 2015 adalah Rp 13.797/US$," jelas Agus saat rapat pembahasan RAPBN 2016 dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang kuartal III-2015 atau Juli-September 2015, rata-rata dolar diperkirakan berada di Rp 13.800. Sementara pada kuartal IV-2015, tekanan pada rupiah akan berlanjut, sehingga dolar rata-rata di kuartal akhir ini mencapai Rp 14.000.
Bagaimana dengan tahun depan?
Agus mengatakan, pada kuartal I-2016, BI memperkirakan rata-rata nilai dolar adalah pada Rp 14.000, atau sama dengan kuartal IV-2015.
"Ini didukung persepsi pasar yang makin positif, terutama realisasi pertumbuhan ekonomi yang naik dibanding kuartal sebelumnya," ungkap Agus.
Dia menambahkan, bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed) diperkirakan bakal mulai menaikkan suku bunga acuannya pada 2016. Karena tahun ini inflasi AS rendah di bawah target.
"Pada semester II-2016, persepsi positif Indonesia akan kuat karena pertumbuhan ekonomi naik dan terjaganya inflasi. Kondisi eksternal didukung membaiknya pertumbuhan ekonomi global. Prospek ekonomi domestik membaik, maka capital inflow (arus modal asing masuk) akan membaik, sehingga neraca pembayaran Indonesia akan positif itu akan mendorong nilai tukar, sehingga kurs diperkirakan akan berada pada Rp 13.700-13.900/US$," papar Agus.β
(dnl/hen)











































