Kondisi demikian dinilai Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida, sebagai respons atas perlambatan ekonomi dunia.
Ketidakpastian global membuat pasar keuangan dalam negeri bimbang. Akibatnya, IHSG terus merosot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurhaida menjelaskan, meskipun ada sentimen positif dari domestik, ketidakpastian global tentu sangat berpengaruh terhadap perekonomian dalam negeri.
Meski demikian, Nurhaida menyebutkan, saat ini pasar belum menentukan (price in) posisi IHSG di level tertentu. Kemungkinan akan ada pelemahan lanjutan, jika ketidakpastian global tidak segera selesai.
"Sejauh ini belum di-price in, investor semakin paham dengan kondisi tertentu," katanya.
Nurhaida menambahkan, untuk membuat pasar keuangan kembali bergairah, pihaknya menerbitkan aturan pembelian kembali (buyback) saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tujuannya, agar saham-saham emiten tidak jatuh terlalu dalam.
Namun, saat ini rupanya belum banyak yang memanfaatkan stimulus tersebut.
"Mungkin banyak pertimbangan, ada yang merasa ini masih akan turun, wait and see," tandasnya.
(drk/dnl)











































