Wall Street Masih Lesu

Wall Street Masih Lesu

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2015 07:39 WIB
Wall Street Masih Lesu
Foto: Reuters
New York - Bursa saham Wall Street masih ditutup negatif pada perdagangan Rabu, setelah sehari sebelumnya juga negatif. Ini didorong oleh turunnya saham sektor material dan energi, karena kekhawatiran pelemahan ekonomi China.

Selain itu, data terbaru menunjukkan, aktivitas pabrik-pabrik di China turun, ke tingkat terendah dalam 6,5 tahun terakhir pada September.

Sementara data manufaktur di AS menunjukkan, pertumbuhannya rendah di September ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga kontrak minyak AS turun 4,1%, dan saham Chevron turun 1,5% ke US$ 76,12. Ini menjadi pendorong turunnya Wall Street.

"Pasar saham terlihat lelah dan datar. Ada keraguan di pasar terkait laporan kinerja keuangan yang akan keluar dua minggu lagi," kata Analis, Daniel Morgan, dilansir dari Reuters, Kamis (24/9/2015).

Daniel mengatakan, perlambatan ekonomi China diperkirakan berimbas pada banyak perusahaan di AS, terutama yang punya banyak bisnis di luar negeri.

Indeks Dow Jones turun 50,58 poin (0,31%) ke 16.279,89. Indeks S&P500 turun 3,98 poin (0,2%) ke 1.938,76. Sementara indeks Nasdaq turun 3,98 poin (0,08%) ke 4.752,74.

Faktor utama kelesuan di bursa saham adalah perlambatan ekonomi China, dan ketidakpastian soal kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed).

Volume perdagangan saham tipis, yaitu 5,9 miliar lembar saham. Ini di bawah rata-rata harian sebanyak 8 miliar lembar saham.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads