Selain itu, data terbaru menunjukkan, aktivitas pabrik-pabrik di China turun, ke tingkat terendah dalam 6,5 tahun terakhir pada September.
Sementara data manufaktur di AS menunjukkan, pertumbuhannya rendah di September ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar saham terlihat lelah dan datar. Ada keraguan di pasar terkait laporan kinerja keuangan yang akan keluar dua minggu lagi," kata Analis, Daniel Morgan, dilansir dari Reuters, Kamis (24/9/2015).
Daniel mengatakan, perlambatan ekonomi China diperkirakan berimbas pada banyak perusahaan di AS, terutama yang punya banyak bisnis di luar negeri.
Indeks Dow Jones turun 50,58 poin (0,31%) ke 16.279,89. Indeks S&P500 turun 3,98 poin (0,2%) ke 1.938,76. Sementara indeks Nasdaq turun 3,98 poin (0,08%) ke 4.752,74.
Faktor utama kelesuan di bursa saham adalah perlambatan ekonomi China, dan ketidakpastian soal kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed).
Volume perdagangan saham tipis, yaitu 5,9 miliar lembar saham. Ini di bawah rata-rata harian sebanyak 8 miliar lembar saham.
(dnl/dnl)











































