IHSG Terkena Tekanan Pasar Global dan Regional

Rekomendasi Saham

IHSG Terkena Tekanan Pasar Global dan Regional

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2015 09:00 WIB
IHSG Terkena Tekanan Pasar Global dan Regional
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin masih belum berhenti melemah. Kali ini jatuh 88 poin akibat tekanan jual dari investor asing.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (28/9/2015), IHSG anjlok 88,937 poin (2,11%) ke level 4.120,502. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 19,068 poin (2,73%) ke level 680,303.

Bursa saham Wall Street turun tajam pada perdagangan Senin. Wall Street menuju kuartal terburuknya dalam 4 tahun terakhir, karena kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi di China, dan potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks saham Dow Jones turun 1,92% ke 16.001,89. Indeks S&P 500 turun 2,57% ke 1.881,77. Sementara indeks Nasdaq turun 3,04% ke 4.543,97.

Hari ini IHSG diperkirakan akan terkena koreksi tajam akibat sentimen negatif dari pasar global dan regional. Aksi jual asing bakal terus berlanjut.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 543,26 poin (3,08%) ke level 17,101.85.
  • Indeks Straits Times jatuh 45,26 poin (1,62%) ke level 2.746,66.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi di tengah koreksi pasar saham global. Indeks turun sebesar -88 poin (-2,11%) ke 4.120, setelah bergerak di antara 4.120-4.199.

Dengan melihat penutupan pasar global, pergerakan IHSG hari ini berpotensi untuk terkoreksi, dengan support 4.072-4.102 yang merupakan gap yang terjadi pada 9 September 2013. Area support ini akan menjadi kunci yang sangat penting untuk pergerakan IHSG selanjutnya.

Dari beberapa indikator teknikal untuk IHSG, secara umum memberikan sinyal penurunan. MACD memberikan sinyal death cross. PSAR memberikan perubahan arah menjadi downtrend. RSI berada dalam kondisi oversold. Bollinger Band berekspansi dengan harga menembus lower band.

Sementara harga CPO kembali ditutup ke level tertingginya di tahun ini. Sektor Agribisnis berbasis CPO seperti AALI dan LSIP dapat menjadi pilihan untuk short term trading, di tengah penurunan indeks.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.072 – 4.200.

Indeks bursa saham AS ditutup turun tajam, seiiring dengan penurunan indeks global lainnya. Indeks bursa saham Eropa melemah sejak pembukaan perdagangan. Indeks FTSE100 -2,46%, DAX -2,23%, dan CAC -2,76%.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Indeks Nikkei225 turun sebesar -1,32% dan indeks Straits Times yang melemah sebesar -1,36%, sedangkan indeks Hang Seng terapresiasi sebesar +0,43%.

Emas ditutup turun di US$ 1.131 atau -1,24%. Minyak Bumi (OIL WTI) ditutup turun di US$ 44,48 per barel, atau-1,90%.

First Asia Capital
IHSG pada perdagangan awal pekan kemarin kembali dilanda tekanan jual, menyusul semakin meningkatnya kekhawatiran pemburukan ekonomi China yang berdampak terhadap pelemahan lanjutan nilai tukar rupiah atas dolar AS, yang sempat menyentuh Rp 14.700/US$ kemarin. IHSG tutup terkoreksi 2,11% di 4.120,503. Ini merupakan level terendah sebulan terakhir.

Koreksi terutama melanda saham perbankan, otomotif, manufaktur, dan pertambangan. Koreksi IHSG kemarin terutama terimbas faktor kawasan Asia, setelah data ekonomi China yang keluar kembali meningkatkan kekhawatiran pemodal.

Laba perusahaan industri China Agustus lalu turun 8,8% (yoy), merupakan penurunan terbesar sejak 2011 lalu. Penurunan laba perusahaan China mengindikasikan suramnya perkembangan perekonomian China. Ini berakibat negatif terhadap harga komoditas tambang. Data ekonomi China yang kurang kondusif tersebut, mendominasi sentimen perdagangan di pasar saham kemarin, mengabaikan berita positif terkait rencana pemerintah menurunkan pajak penghasilan badan dari 25% menjadi 18% mulai tahun depan.

Meningkatnya kekhawatiran akan perekonomian China juga turut menekan pergerakan pasar saham global tadi malam. Indeks Eurostoxx di zona Euro tertekan hingga 2,37% di 3.039,44. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing anjlok 1,92% dan 2,57% tutup di 16.001,89 dan 1.881,77. Indeks Nasdaq koreksi hingga 3,04% di 4.543,97.

Harga minyak mentah di AS tadi malam koreksi 2,69% di US$ 44,47/barel. Tekanan jual di Wall Street terutama dipicu saham berbasiskan komoditas dan bioteknologi. Saham sektor energi di Wall Street anjlok 3,6% menyusul turunnya harga minyak mentah. Turbulensi di pasar saham global tersebut akan berdampak pada perdagangan hari ini.

Meningkatnya risiko pasar terutama akibat kekhawatiran pemburukan perekonomian China, dan ekspektasi kenaikan tingkat bunga The Fed akhir tahun ini, akan kembali menekan perdagangan saham dan pergerakan rupiah atas dolar AS. IHSG diperkirakan bergerak dengan kisaran 4.070 hingga 4.165 cenderung tertekan.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads