Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat hingga lebih dari satu persen dan jadi satu-satunya yang menguat di antara pasar saham Asia. Investor domestik paling banyak beli saham.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 14.640 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.695 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, jatuh 49,922 poin (1,21%) ke level 4.070,580 terseret sentimen negatif pasar saham global dan regional. Indeks pun kembali ke level 4.000-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi, IHSG melemah 32,403 poin (0,79%) ke level 4.088,099 akibat maraknya tekanan jual. Pelemahan IHSG ini kompakan dengan bursa-bursa Asia.
Posisi IHSG yang sudah jenuh jual dimanfaatkan investor domestik untuk berburu saham. Jelang penutupan perdagangan, IHSG langsung melesat tinggi.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (29/9/2015), IHSG ditutup melonjak 57,906 poin (1,41%) ke level 4.178,408. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 16,403 poin (2,41%) ke level 696,706.
Investor asing masih terus melepas saham. Transaksi investor hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 522,836 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 256.634 kali dengan volume 7,705 miliar lembar saham senilai Rp 5,335 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 156 turun, dan 74 saham stagnan.
Bursa-bursa regional hingga siang ini masih kompak melemah. Koreksinya malah semakin dalam, ada yang sampai lebih dari tiga persen.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menukik 714,27 poin (4,05%) ke level 16.930,84.
- Indeks Hang Seng anjlok 629,72 poin (2,97%) ke level 20.556,60.
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 62,62 poin (2,02%) ke level 3.038,14.
- Indeks Straits Times melemah 12,60 poin (0,45%) ke level 2.779,32.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.250 ke Rp 42.750, Unilever (UNVR) naik Rp 1.900 ke Rp 38.000, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 1.350 ke Rp 30.000, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 1.050 ke Rp 12.300.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 75.650, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 500 ke Rp 5.500, Saratoga (SRTG) turun Rp 465 ke Rp 4.230, dan Indocement (INTP) turun Rp 325 ke Rp 16.300.











































