Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 11,066 poin (0,26%) ke level 4.189,474 melanjutkan penguatan kemarin. Saham-saham unggulan yang harganya sudah murah mulai jadi incaran investor.
Investor asing masih terus melepas saham. Aksi jual asing ini ditampung oleh investor lokal yang rata-rata berburu saham murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sempat jatuh ke zona merah tak lama setelah pembukaan perdagangan. Namun aksi beli investor domestik berhasil membawa IHSG balik lagi ke zona hijau.
Menutup perdagangan, Rabu (30/9/2015), IHSG melaju 45,500 poin (1,09%) ke level 4.223,908. Sementara Indeks LQ45 menanjak 8,270 poin (1,19%) ke level 704,976.
Aksi beli kembali ramai jelang penutupan perdagangan. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 287,855 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 278.586 kali dengan volume 7,647 miliar lembar saham senilai Rp 5,893 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 113 turun, dan 86 saham stagnan.
Bursa Asia menutup perdagangan hari ini dengan mixed cenderung menguat, hanya pasar saham Singapura yang melemah. Bursa Asia lainnya bisa menguat meski di tengah ada kekhawatiran melambatnya ekonomi China.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 457,31 poin (2,70%) ke level 17.388,15.
- Indeks Hang Seng menanjak 289,70 poin (1,41%) ke level 20.846,30.
- Indeks Komposit Shanghai naik 14,64 poin (0,48%) ke level 3.052,78.
- Indeks Straits Times turun tipis 1,23 poin (0,04%) ke level 2.786,71.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 42.000, Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 425 ke Rp 29.575, PGN (PGAS) turun Rp 160 ke Rp 2.530, dan AKR Corporindo (AKRA) turun Rp 100 ke Rp 5.850.
(ang/wdl)











































