PT Bumi Resources Tbk (BUMI) punya utang yang belum dibayar US$ 3,984 miliar atau sekitar Rp 55,8 triliun (kurs Rp 14.000/dolar AS) per 31 Agustus 2015. Jumlah ini belum termasuk bunga denda.
Seperti dikutip dari keterangan tertulis BUMI yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip Kamis (1/10/2015), utang yang belum dibayar tersebut mencakup estimasi bunga akrual hingga 31 Agustus 2015.
Berikut rinciannya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Fasilitas CIC US$ 1,187 miliar (Rp 16,6 triliun)
- Fasilitas CDB US$ 579 juta (Rp 8,1 triliun)
- Surat Utang Senior 2016 & Surat Utang Senior 2017 US$ 1,139 miliar (Rp 15,9 triliun)
- Pinjaman Bank Bilateral & Castleford US$ 669 juta (Rp 9,4 triliun)
- Obligasi Konversi Enerocoal US$ 410 juta (Rp 5,7 triliun).
Perusahaan tambang Grup Bakrie itu sudah menggelar pertemuan dengan para krediturnya awal pekan ini dalam rangka membahas penyelesaian utang. Bagaimana cara BUMI melunasi utang-utangnya? Simak di berita selanjutnya.











































