Perusahaan tambang Grup Bakrie itu sudah menggelar pertemuan dengan para krediturnya awal pekan ini, dalam rangka membahas penyelesaian utang.
Seperti dikutip dari keterangan tertulis BUMI yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Kamis (1/10/2015), perusahaan tambang dengan cadangan batu bara terbesar di Indonesia itu akan merestrukturisasi dan mengkonversi sebagian utangnya menjadi saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Fasilitas bergaransi senior baru US$ 1,2 miliar. Dua trance utang yang sama (tidak termasuk obligasi konversi Castleford) dilunasi dalam waktu 5 tahun.
- Konversi saham US$ 1,495 miliar. Konversi utang menjadi 32,5% saham di Bumi Resources dengan valuasi ekuitas tersirat sebesar US$ 4,6 miliar.
- Fasilitas CIC/CDB US$ 630 juta. Konversi utang menjadi saham di perusahaan tertutup tertentu di Grup Bumi.
- Fasilitas CIC US$ 150 juta. Konversi utang menjadi saham Bumi dengan harga sebesar Rp 250 per saham dengan transaksi CIC.
- Fasilitas AXIS Bank US$ 141 juta. Sebanyak US$ 100 juta dilunasi melalui penjualan PT Fajar Bumi Sakti (FBS), dan sisa utang US$ 41 juta diperlakukan setara.
- Obligasi Konversi Enercoal US$ 410 juta. Konversi menjadi Obligasi Wajib Konversi, yang wajib dikonversi menjadi saham Bumi dalam waktu 5 tahun.
Dari total utang US$ 3,984 miliar tersebut, sebanyak US$ 2,684 miliar atau 74,5% akan diubah menjadi kepemilikan saham di Bumi Resources atau anak usahanya.
"Konversi utang menjadi saham BUMI yang diperdagangkan secara umum tanpa periode lock-up diharapkan dapat memberikan jalan keluar yang lebih cepat kepada kreditor ketimbang pembayaran utang dengan perpanjangan jatuh tempo," katanya.
Pada perdagangan hari ini hingga pukul 10.55 waktu JATS, harga saham BUMI berada di posisi Rp 50 per lembar. Sahamnya sudah diperdagangkan 8 kali dengan volume 35.053 lot senilai Rp 160,3 juta.
(ang/dnl)











































