Meski demikian, Direktur Utama BEI Tito Sulistio yakin transaksi harian ini masih bisa naik hingga Rp 7 triliun tahun depan.
"Memang kita akan bicarakan Rp 6 triliun saat ini, tahun depan maunya kepala 7, karena ada 4 hal yang kita kerjakan. Menambah jumlah investor, memperkuat broker, tambah emiten yang bagus, memperbaiki dan menyempurnakan semua sistem infrastruktur di bursa," katanya di Gedung BEI, Sudirman CBD, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa yang perusahaan besar sudah bilang. Biar tahun depan besar, tambah 12-13 lagi masuk. Saya nggak bilang turun, kenapa saya bilang paling tidak ada 12, karena sekarang lagi expose ini. Ini Juni bukunya (laporan keuangan), satu perusahaan seperti waterpark, saya nggak bisa bilang," ungkapnya.
Tito berharap ketidakpastian ekonomi global bisa berakhir tahun ini. Dengan digenjotnya belanja anggaran oleh pemerintah maka akan memberi sentimen positif.
"Problem China saya lihat sudah akan selesai. Saya lihat G20 bilang masalah yuan sudah tidak ada lagi, tinggal The Fed yang masih simpang siur," ujarnya.
"Saya merasa ketidakpastian akan selesai di Oktober ini. Saya cuma harapannya government spending saja tahun ini," jelasnya.
Secara psikologis di pasar, kata Tito, sentimen sudah mulai membaik. Nilai tukar rupiah juga sempat menguat terhadap dolar AS.
(ang/hen)











































