Keadaan seperti ini yang menyebabkan kinerja perusahaan tambang kurang bergairah, contohnya terjadi PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Penjualan batu bara hasil tambang Grup Bakrie ini berkurang 10% di paruh pertama 2015.
Seperti dikutip dari paparan kinerja Bumi Resources, Kamis (1/10/2015), pada akhir semester I-2015, pemilik cadangan batu bara terbesar di Indonesia ini mencatat penjualan batu bara sebanyak 39,9 juta metrik ton, berkurang 10% dari periode yang sama tahun sebelumnya 44,2 juta metrik ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, emiten berkode BUMI itu mencatat penurunan penjualan 41% dari US$ 36,6 juta di semester I-2014 menjadi US$ 21,5 juta akhir Juni lalu.
Beberapa negara juga berhenti memesan batu bara dari Bumi Resources di 2015, di antaranya Malaysia, Taiwan, Myanmar, Kamboja, New Zealand, dan Sri Lanka.
India yang selama ini menjadi pelanggan terbesar BUMI pun sudah mengurangi pesanan baru baranya dari 20,4 juta ton menjadi hanya 11,4 juta ton. Hal yang sama dilakukan oleh negara tujuan ekspor lainnya, seperti Jepang dan China.
Pada akhirnya, Bumi Resources harus mencatat rugi bersih US$ 566,2 juta (Rp 7,9 triliun) di semester I-2015, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya masih untung US$ 130,1 juta (Rp 1,8 triliun).
(ang/wdl)











































