Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 14.667 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.587 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 7,502 poin (0,18%) ke level 4.231,410. Investor asing malah memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melaju 35,728 poin (0,85%) ke level 4.259,636 didorong aksi beli selektif investor domestik. Hampir seluruh indeks sektoral bisa menghijau.
Aksi beli marak dilakukan investor domestik. Saham-saham komoditas naik paling tinggi hingga penutupan perdagangan.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (1/10/2015), IHSG ditutup tumbuh 30,968 poin (0,73%) ke level 4.254,876. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 6,793 poin (0,96%) ke level 711,769.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 167,155 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 255.820 kali dengan volume 5,414 miliar lembar saham senilai Rp 4,63 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 103 turun, dan 83 saham stagnan.
Pasar saham China dan Hong Kong hari ini tutup menyambut hari kemerdekaan. Bursa saham regional yang buka sore ini ditutup kompak menguat.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 334,27 poin (1,92%) ke level 17.722,42.
- Indeks Straits Times naik 12,25 poin (0,44%) ke level 2.803,14.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 3.000 ke Rp 132.000, Saratoga (SRTG) turun Rp 400 ke Rp 4.100, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 380 ke Rp 3.500, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 375 ke Rp 17.100.
(ang/dnl)











































