Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 14.641 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.667 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 10,909 poin (0,26%) ke level 4.243,967 mengekor pelemahan bursa Asia. Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi mulai terkena koreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Pada penutupan perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 7,787 poin (0,18%) ke level 4.247,089. Aksi beli selektif investor domestik bisa mengurangi koreksi IHSG.
Koreksi indeks sedikit berkurang setelah ada penguatan di saham-saham infrastruktur dan industri dasar. Aksi ambil untung jelang penutupan perdagangan bikin koreksi IHSG makin dalam.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (2/10/2015), IHSG anjlok 47,077 poin (1,11%) ke level 4.207,799. Sementara Indeks LQ45 jatuh 10,453 poin (1,47%) ke level 701,316.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 51,69 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 210.186 kali dengan volume 5,478 miliar lembar saham senilai Rp 4,365 triliun. Sebanyak 99 saham naik, 165 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia rata-rata menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau, kecuali pasar saham Singapura dan Indonesia
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 2,71 poin (0,02%) ke level 17.725,13.
- Indeks Hang Seng melonjak 659,79 poin (3,17%) ke level 21.506,09.
- Indeks Straits Times turun 12,15 poin (0,43%) ke level 2.789,70.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta turun Rp 2.000 ke Rp 233.000, Unilever (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 37.800, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 525 ke Rp 12.050, dan Maskapai Resuransi (MREI) turun Rp 500 ke Rp 5.000.
(ang/dnl)











































