IHSG Diperkirakan Menguat

Rekomendasi Saham

IHSG Diperkirakan Menguat

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 05 Okt 2015 08:54 WIB
IHSG Diperkirakan Menguat
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu turun tipis 10 poin mengekor pelemahan bursa Asia. Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi mulai terkena koreksi.

Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (2/10/2015), IHSG terpangkas 12,049 poin (0,28%) ke level 4.242,827. Indeks LQ45 terkoreksi 2,797 poin (0,39%) ke level 709,366.

Bursa saham Wall Street lompat 1% lebih pada perdagangan Jumat akhir pekan, karena kenaikan saham energi dan produsen bahan baku. Meski ada data mengecewakan di sektor tenaga kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones naik 1,23% ke 16.472,37. Indeks S&P 500 naik 1,43% ke 1.951m36. Sementara indeks Nasdaq naik 1,74% ke 4.707,78.

Hari ini IHSG diperkirakan akan menguat mengikuti penguatan bursa global dan regional. Investor juga menanti pengumuman Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal paket kebijakan ekonomi jilid III.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 206,43 poin (1,16%) ke level 17.931,56.
  • Indeks Straits Times menanjak 35,63 poin (1,28%) ke level 2.828,78.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
Indeks Harga Saham Gabungan akhir pekan kemarin ditutup di teritori negatif dengan turun sebesar 1,11% ke level 4,207.80. Pelemahan terjadi seiring dengan aksi profit taking yang dilakukan oleh pelaku pasar. Sebanyak 99 saham menguat, 165 saham melemah dan 78 saham stagnan. Semua indeks sektoral ditutup melemah, dipimpin oleh sektor MSCI Industry dan Consumer Goods yang masing-masing turun sebesar 2.44% dan 1,91%. Selain itu, Rupiah yang masih terus tertekan atau masih berada di level 14.600- an, masih terus menghantui kekhawatiran pelaku pasar akan rilisnya kinerja emiten kuartal III yang ikut melambat. Pelaku pasar mencatatkan net buy senilai Rp 60.97 miliar.

Dari bursa Asia, mayoritas indeks berhasil mencatatkan penguatan, dimana indeks Hangseng memimpin kenaikan dengan naik 3.17% ke level 21,506.09. Sementara indeks TWSE dan KLSE masing-masing tercatat turun sebesar 0.49% dan 0.48%.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street berhasil menguat ditengah rendahnya data non farm payrolls AS yang hanya tumbuh sebesat 142.000 atau lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar 203.000. Rendahnya data tenaga kerja AS membuat pelaku pasar optimis bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya pada Oktober ini. Indeks Dow Jones menguat sebesar 1.23% ke level 16,472.37, S&P 500 naik 1.43% ke level 1,951.36 dan Nasdaq memimpin penguatan dengan naik sebesar 1.74%.

Hal yang sama juga terjadi pada bursa Eropa, dimana semua indeks utama Eropa berhasil dicatatkan pada zona hijau. Indeks FTSE 100 berhasil naik 0.95% ke level 6,129.98, indeks CAC 40 menguat 0.73% ke level 4,458.88 dan indeks DAX naik 0.46% ke level 9,553.07.

Kami perkirakan IHSG hari ini mempunyai potensi untuk menguat di tengah penantian kebijakan ekonomi jilid III yang akan dirilis pekan ini. Secara teknikal, indikator stochastic oscilator menguat. MACD histogram masih sideways. Sedangkan RSI dan RSI masih melemah. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 4150- 4257.

Kiwoom Securities
Positifnya Dow Jones serta bursa dunia dapat memberikan dukungan. IHSG terkoreksi minggu lalu namun dengan adanya minat beli asing serta posisi di dekat level psikologis 4.100 yang dapat menghambat peluang negatif.

Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area positif hari ini.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads