Dari data Juli sampai September 2015, dana investor asing di surat utang pemerintah terus menurun yakni dari Rp 533 triliun di bulan Juli menjadi Rp 524 triliun di bulan September.
"Porsi asing besar 40% sekarang turun 37%. Ketergantungan dana luar masih besar," kata Direktur PHEI, Wahyu Trenggono, dalam diskusi rutin di Gedung BEI, Jakarta, Senin (5/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, pengaruh perlambatan ekonomi China hingga rencana Bank Setral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), menyesuaikan suku bunga ikut berkontribusi memberi sentimen kepada investor asing.
"Asing tahun ini mau taruh dana di Indonesia hati-hati. Rupiah melemah dan mereka sudah menghitung terkena imbas pelemahan rupiah. Masuk ke Indonesia, nggak bisa tahun depan tarik tapi harus taruh 10-15 tahun," ujarnya.
Penurunan jumlah investor asing pada instrumen obligasi pemerintah tergambar pada total obligasi selama bulan September 2015. Dana di surat utang milik pemerintah Rp 226,38 triliun pada September, turun dari bulan lalu yang senilai Rp 235,72 triliun.
Kondisi terlihat berbeda dengan pada obligasi korporasi. Trennya, jumlah dana yang ditempatkan pada obligasi korporasi meningkat dari bulan Agustus ke September yakni dari Rp 14,81 triliun menjadi Rp 18,58 triliun.
"Yield obligasi korporasi level awal sudah tinggi 9-10%," ujarnya.
Meski demikian, PHEI mencatat dana asing di obligasi korporasi juga mengalami penurunan. Pada Agustus senilai Rp 8,97 triliun menjadi Rp 8,67 triliun di September.
(feb/ang)











































