Suahasil Nazara, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan perbaikan ini tidak lepas dari paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah beberapa waktu lalu yang memberikan sentimen positif terhadap investor.
"Orang bisa melihat paket kebijakan I dan II. Ada beberapa paket yang benar-benar diminati pengusaha. Artinya (investor) melihat ada perbaikan baik dari sisi insentif dan iklim usaha," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/10/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya ini dengan berbagai kebijakan untuk perbaiki situasi, insentif dunia usaha, perbaiki pendapatan, daya beli, itu semua usahanya. Menyerap anggaran tepat waktu juga stimulus," jelasnya.
Suahasil menambahkan, penguatan rupiah juga efek dari kondisi regional dan dunia. Misalnya para investor yang meyakini bahwa Bank Sentra AS Federal Reserve (Fed) tidak akan menaikan suku bunga tahun ini.
"Makin ada yang katakan nggak jadi akhir tahun ini katanya. Jadi ada berita positif di pasar. Lagi-lagi ini tanda bagaimana pun juga pengaruh dari regional itu ada," kata Suahasil.
(mkl/ang)











































