Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai, faktor global menjadi pendukung utama dari kondisi tersebut, khususnya kemungkinan Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga acuan semakin tipis.
"Kepastian AS untuk naikkan tingkat bunga makin kecil bahkan lebih besar kemungkinan tahun 2016. Nah, itu yang membuat semua mata uang menguat. Rupiah yang memang undervalue juga menguat demikian juga bursa saham kita," ujar Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/10/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi juga nggak ada permintaan luar biasa dari domestik," sebutnya.
Namun, Bambang tetap melihat adanya peluang aliran dana keluar dari Indonesia. Terutama mendekati rapat Federal Open Meeting Commite (FOMC) di AS. Bambang memperkirakan terjadi pada awal tahun depan.
"Sampai isu kenaikan Fed muncul lagi, kalau sekarang isunya hilang dulu. Ya kalau mungkin tahun ini nggak terlalu, tahun depan mungkin isunya," papar Bambang.
(mkl/drk)











































