Analis OSO Securities Supriyadi mengatakan, penguatan rupiah ini karena adanya sentimen positif dari eksternal. Bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) diperkirakan tidak akan menaikkan tingkat suku bunganya di tahun ini.
"Dolar AS sudah overbought. Hari ini perkiraannya ada di level Rp 13.900-13.920. Besok bisa lebih turun lagi di Rp 13.875," ujar dia kepada detikFinance, Rabu (7/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para investor berharap, kebijakan tersebut akan memberikan geliat perekonomian menjadi lebih baik.
"Dari dalam negeri ada paket kebijakan ekonomi, besok kan mau dikeluarkan ya, itu menjadi sentimen positif," imbuhnya.
(drk/ang)











































