Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Rabu (7/10/2015), pertama kali dolar AS menembus Rp 14.000-an adalah pada perdagangan Senin 24 agustus 2015 lalu.
Waktu itu, mata uang Paman Sam ditutup di Rp 14.047, dibandingkan posisi pada perdagangan akhir pekan sebelumnya Rp 13.950. Seperti terlihat dalam grafik ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan dolar AS waktu itu juga dipengaruhi oleh spekulasi naiknya tingkat suku bunga acuan AS oleh The Federal Reserve (The Fed) pada September.
Nyatanya, Gubernur The Fed Janet Yellen malah menahan tingkat suku bunga AS tetap rendah di 0,25%. Akibatnya, dana asing yang sebelumnya ditarik dari Indonesia sekarang balik lagi.
Dana-dana asing ini mulai masuk ke berbagai tempat, salah satunya adalah pasar modal. Pada perdagangan kemarin, dan asing Rp 844,8 miliar masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada perdagangan hari ini, dolar AS sempat menyentuh titik terendahnya di Rp 13.920. Lihak grafiknya di sini.
(ang/hen)











































