"Kami akan bangun smelter grade alumina di Mempawah. Estimasi biaya proyek US$ 1,7 miliar. Produknya akan menjadi alumunium smelter seperti Inalum. Kerjasama join ini sangat strategis. Antam punya produknya, ini rangkaian raw material. Kita selama ini ekspor bauksit dan mengimpor alumina dari luar," jelas Tedi Badrujaman, Direktur Utama PT Aneka Tanbang, ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Bodobudur, Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Strategic partner proyek Mempawah, kata Tedi belum ada. Saat ini masih proses tender. Ada perusahaan dari Rusia, Timur Tengah, China yang ikut tender.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tedi, Antam ingin menggandeng partner strategis yang memiliki bekal teknologi yang mumpuni. Antam ahli menyediakan bauksit, sementara Inalum ahli melebur menjadi alumina.
"Strategic parter ini harus bisa menyediakan teknologi atau provider pengolahan produk antara. Pengalaman yang mereka punya akan lebih cepat menyelesaikan permasalahan yang ada," ujarnya.
Antam sendiri, lanjut Tedi, sudah berpengalaman mengoperasikan pabrik feronikel sejak 1976. Selain itu, Tedi menjelaskan, ada proyek anode slime kapasitas 2.000 ton per tahun yang akan dimulai tahun 2017.
(ang/ang)











































