Menutup perdagangan, Kamis (8/10/2015), IHSG menguat 4,301 poin atau 0,10% ke posisi 4.491,433. Indeks LQ45 juga ditutup naik 1,476 poin atau 0,19% ke 768.554.
Wall Street kembali positif. Indeks S&P 500 mendekati posisi tertingginya dalam tujuh pekan terakhir setelah investor melihat The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga hampir nol sampai akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa menguat meski di kisaran yang terbatas. Waspada aksi profit taking terutama di saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 110,60 poin (0,61%) ke level 18.251,77.
- Indeks Straits Times bertambah 26,99 poin (0,92%) ke level 2.974,02.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis hari ini. Indeks naik sebesar +4 poin (+0,1%) ke 4.491 setelah bergerak di antara 4.484-4.537.
Pergerakan IHSG diakhir pekan perdagangan masih akan mencoba menguji resistance 4.500 dan rawan untuk profit taking khsususnya dari para pelaku pasar jangka pendek.
Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.343 β 4.500.
οΏΌIndeks bursa saham AS, kembali melanjutkan penguatannya dan diikuti oleh indeks bursa Eropa lainnya. Sementara indeks bursa Asia ditutup bervariasi (mixed)
Emas ditutup turun di US$ 1.138 per troy ounce atau -0,59%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup naik di US$ 49,67 per barel atau 3,20%.
OSO Securities
Menjelang akhir pekan Indeks Harga Saham Gabungan tidak mampu melompat lebih tinggi lagi akibat dari aksi profit taking yang dilakukan oleh investor domestik. IHSG ditutup naik tipis yakni hanya sebesar 0.10% ke level 4,491.43 atau hanya naik 4.30 poin dari sebelumnya di level 4,487.13. Posisi IHSG yang sudah memasuki area jenuh beli dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan aksi profit taking di tengah sentiment positif kebijakan ekonomi jilid III yang baru dirilis beberapa hari lalu. Hampir rata-rata indeks sektoral mengalami penguatan dimana sektor MISC Industry memimpin kenaikan yakni sebesar 2.47% yang kemudian disusul sektor finance dan manufacture yang masing-masing naik 0.62% dan 0.26%. Investor asing masih terlihat percaya diri melakukan transaksi pembelian di pasar, berbanding terbalik dengan investor domestik yang justru banyak melepas saham. Asing mencatatkan net buy hampir mencapai Rp 700 milliar tepatnya Rp 683.38 milliar.
Di sisi lain, mayoritas bursa Asia justru mengalami koreksi pada penutupan perdagangan kemarin. Indeks Nikkei memimpin pelemahan dimana indeks melemah sebesar 0.99% seiring dengan rilisnya data Machinery Orders yang turun ke level -5.7%. Namun berbeda dengan indeks Shanghai yang mencatatkan kinerja cemerlang dengan naik sebesar 2.97% pasca libur panjang selama sepekan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir di zona hijau seiring dengan data Initial Jobless Claims AS 3 Oktober yang turun dari 276K menjadi 263K. Indeks Dow Jones menguat sebesar 0.82% ke level 17,050.75, S&P 500 naik 0.88% ke level 2,013.43 dan Nasdaq mengalami penguatan sebesar 0.41 ke level 4,810.79.
Bursa Eropa juga kembali menunjukkan kinerja yang cukup bagus, di mana indeks FTSE 100 naik 0.61% ke level 6,374.84, CAC 40 naik 0.18% ke level 4,675.91 dan DAX naik 0.23% ke level 9,993.07.
Kami perkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan flat. Secara teknikal, indikator MFI bergerak sideways dan RSI sudah menunjukkan pelemahan. Sedangkan Stochastic Oscillator berpotensi deadcross. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4460-4520.
(ang/ang)











































