Dalam sehari, dolar AS bisa naik atau turun hingga ratusan poin. Hal ini membuat dunia usaha justru bimbang menentukan arah bisnis mereka.
Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (9/10/2015), awal pekan ini dolar AS masih berada di level Rp 14.457, sementara siang ini sempat turun hingga Rp 13.290 atau melemah hingga 8,1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semalam gathering dengan para pengusaha, ngomongin soal rupiah yang sudah naik signifikan. Untuk investor di sektor keuangan mereka senang naik banyak, tapi untuk pelaku usaha sektor riil justru bingung mau ngambil keputusan bisnis," terang dia kepada detikFinance, Jumat (9/10/2015).
David menjelaskan, untuk investor di sektor keuangan, pergerakan rupiah yang naik-turunnya tajam memang disambut positif karena memang investasi jangka pendek, sementara untuk kalangan usaha di sektor riil, mereka lebih membutuhkan stabilitas nilai tukar rupiah.
"Di financial pengennya fluktuatif, kalau kalangan dunia usaha mereka ingin lebih stabil, jangan sebentar-sebentar naik, terus tiba-tiba anjlok. Rupiah harusnya jangan terlalu kuat. Di bawah Rp 13.400 terlalu kuat, kalau ingin menjadi negara produsen ya rupiahnya jangan terlalu kuat," jelas dia.
(drk/ang)











































