Penampakan Antrean Penukar Uang di Money Changer

Penampakan Antrean Penukar Uang di Money Changer

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 09 Okt 2015 15:18 WIB
Penampakan Antrean Penukar Uang di Money Changer
Foto: Maikel/detikFinance
Jakarta - Melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah membuat pusat penukaran uang dan valuta asing alias money changer diserbu masyarakat. Banyak warga melepas dolar AS sebelum harganya jatuh, tapi ada juga yang beli karena merasa lagi murah.

Seperti terlihat di Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Dari pantauan detikFinance, sore ini banyak nasabah yang antre untuk menukar uang.

Beberapa dari mereka ada yang duduk di kursi yang telah disediakan, tapi tak sedikit juga yang berdiri. Bahkan sampai ada yang duduk di lantai akibat saking banyaknya pengantre.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maklum saja, ada sekitar 300-an orang yang memadati ruangan yang hampir seluas lapangan futsal tersebut. Dari nomor antrean saja sudah bisa dibayangkan padatnya.

Nomor antrean untuk penukar valas di bawah Rp 10 juta sudah sampai nomor 900. Sementara yang di atas Rp 10 juta sudah sampai nomor 321.

Beberapa petugas kemanan diturunkan oleh pengelola money changer untuk membantu pengaturan antrean dan menjaga nasabah. Salah satu petugas keamanan menyatakan dalam dua hari ini antrean sangat ramai.

"Dalam dua hari ini ramai banget. Banyaknya yang beli dolar karena dianggap lagi murah," katanya kepada detikFinance, Jumat (9/10/2015).

Menurutnya, kebanyakan warga menukar uang dolar AS dan dolar Singapura. Selain ramai gara-gara dolar AS turun, money changer juga biasa diserbu jelang liburan akhir tahun.

"Mau musim liburan akhir tahun, jadi ada yang beli dolar dari sekarang," katanya.

Money changer ini mematok kurs dolar AS sebesar Rp 13.405 untuk beli, dan kurs jual Rp 13.435.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads