Kondisi ini tidak menandakan semua masalah sudah selesai. Sebab, menganalisa penguatan rupiah harus sama seperti ketika terjadi pelemahan, yaitu faktor eksternal dan internal.
Faktor eksternal yang mendorong rupiah menguat adalah keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (Fed), untuk tidak menaikan suku bunga acuan pada awal September lalu. Kemungkinan baru akan direalisasikan pada akhir 2015 atau awal 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan dengan situasi ini seperti ini, jangan tarik kesimpulan semua sudah beres, meskipun tendensinya bagus," tegas Menko Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Jumat (9/10/2015).
Alasannya, faktor eksternal tadi masih memungkinkan lagi untuk kembali menggoncang pasar keuangan global dan Indonesia. Apalagi ketika pemerintah tidak berhasil menjalankan paket kebijakan yang sudah diluncurkan. Bukan tidak mungkin rupiah kembali melemah.
Maka dari itu, Darmin menilai semua pihak harus tetap waspada. Agar ketika masalah itu kembali muncul, tidak ada lagi yang kemudian kaget dan panik.
"Memang kita masih harus terus waspada, siapa bilang nggak waspada. Artinya tidak berarti semua dengan begini semua bisa selesai. ekonomi di dunia pun belum selesai persoalannya, apalagi ekonomi kita. Jadi nggak ada yang aneh," tukasnya.
(mkl/ang)











































