Analis OSO Securities Supriyadi mengatakan, sentimen positif masih akan mengiringi pasar keuangan Indonesia.
Keyakinan investor soal bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) untuk tidak menaikkan tingkat suku bunganya tahun ini, cukup ampuh mengangkat rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau short term rupiah masih akan menguat, kalau belum ada tanda-tanda pembalikan rupiah bisa naik lagi ke Rp 13.100," katanya kepada detikFinance, Sabtu (10/10/2015).
Supriyadi menjelaskan, selain faktor global, sentimen positif dari dalam negeri juga ikut mendorong penguatan rupiah. Investor meyakini jika paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid III akan direalisasikan dengan baik.
Sebaliknya, jika sentimen positif berakhir dan ada kemungkinan The Fed menaikkan suku bunganya tahun ini, dolar AS akan kembali menguat hingga level Rp 14.400-Rp 14.500 di tahun ini.
"Kalau menguat di level Rp 13.800 di akhir tahun ini, tapi kalau ada pembalikan arah bisa ke Rp 14.400-Rp 14.500," kata Supriyadi.
(drk/rrd)











































