Mengawali perdagangan pagi tadi, HSG turun tipis 8,822 poin (0,19%) ke level 4.621,885 terkena koreksi setelah melonjak tinggi. Aksi ambil untung menghambat laju penguatan IHSG.
Saham-saham yang sudah naik tinggi mulai dilepas investor. Tak satu pun indeks sektoral yang berhasil menguat gara-gara tekanan jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai ekspor China turun 3,7% di September 2015, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara impor negeri tirai bambu ini turun 20,4% dibandingkan periode September 2014.
Lesunya ekonomi China ini bertepatan dengan tingginya posisi IHSG, sehingga aksi lepas saham pun tak terhindarkan. Aksi ambil untung ramai terjadi di lantai bursa.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (13/10/2015), IHSG ditutup anjlok 147,631 poin (3,19%) ke level 4.483,076. Sementara Indeks LQ45 ditutup menukik 33,756 poin (4,24%) ke level 763,117.
Saham-saham agrikultur masih bisa menguat berkat aksi beli selektif investor dalam negeri. Dana asing kembali ditarik ke luar lantai bursa.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 355,687 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 267.473 kali dengan volume 7,288 miliar lembar saham senilai Rp 6,246 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 234 turun, dan 64 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan sore ini dengan mix cenderung melemah, hanya pasar saham China yang bisa menguat meski ekonominya sedang lesu.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 203,93 poin (1,11%) ke level 18.234,74.
- Indeks Hang Seng turun 130,47 poin (0,57%) ke level 22.600,46.
- Indeks Komposit Shanghai naik 5,57 poin (0,17%) ke level 3.293,23.
- Indeks Straits Times jatuh 41,17 poin (1,36%) ke level 2.990,94.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 1.875 ke Rp 17.525, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.325 ke Rp 43.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.125 ke Rp 18.775, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.100 ke Rp 87.900.
(ang/dnl)











































