Bursa Asia 'Hijau', IHSG Merah Sendirian

Sesi I

Bursa Asia 'Hijau', IHSG Merah Sendirian

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2015 11:38 WIB
Bursa Asia Hijau, IHSG Merah Sendirian
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis akibat aksi ambil untung. Bursa Efek Indonesia (BEI) jadi satu-satunya pasar saham yang melemah di Asia.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 23,086 poin (0,51%) ke level 4.530,281 mengekor penguatan bursa saham global dan regional. Paket kebijakan ekonomi pemerintah kemarin disambut positif oleh pelaku pasar.

Setelah sempat naikn tinggi di awal perdagangan, sampai ke level tertingginya di 4.544,818, IHSG mulai terkena aksi ambil untung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (16/10/2015), IHSG turun tipis 4,990 poin (0,11%) ke level 4.502,205. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 1,227 poin (0,16%) ke level 768,843.

Aksi ambil untung terjadi di saham-saham tambang. Indeks sektor pertambangan sampai jatuh lebih dari satu persen.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 119.104 kali dengan volume 3,226 miliar lembar saham senilai Rp 2,519 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 143 turun, dan 77 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih kompak bertahan di zona hijau hingga siang hari ini. Pasar saham Jepang masih yang naik paling tinggi di antara yang lainnya.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 204,33 poin (1,13%) ke level 18.301,23.
  • Indeks Hang Seng naik 131,21 poin (0,57%) ke level 23.019,38.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 10,50 poin (0,31%) ke level 3.348,58.
  • Indeks Straits Times tumbuh 16,42 poin (0,54%) ke level 3.031,56.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 575 ke Rp 18.925, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 425 ke Rp 9.200, Matahari (LPPF) naik Rp 375 ke Rp 16.300, dan Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 18.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 132.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 700 ke Rp 87.200, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 475 ke Rp 10.225, dan Unilever (UNVR) turun Rp 425 ke Rp 37.575.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads