IHSG Bisa Jatuh ke Zona Merah

Rekomendasi Saham

IHSG Bisa Jatuh ke Zona Merah

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 19 Okt 2015 08:54 WIB
IHSG Bisa Jatuh ke Zona Merah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan menutup perdagangan akhir pekan dengan naik 14 poin. Sempat negatif di tengah perdagangan, IHSG ditutup positif berkat aksi beli investor lokal.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (16/10/2015), IHSG ditutup bertambah 14,687 poin (0,33%) ke level 4.521,882. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 2,201 poin (0,29%) ke level 772,271.

Wall Street berakhir positif pada perdagangan Jumat. Ini didorong oleh kenaikan saham General Electric (GE) dan positifnya data sentimen konsumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan akhir pekan waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 74,22 poin (0,43%) ke 17.215,97. Indeks S&P 500 naik 9,25 poin (0,46%) ke 2.033,11. Lalu indeks Nasdaq naik 16,59 poin (0,34%) ke 4.886,69.

Hari ini IHSG diperkirakan bisa terseret sentimen negatif bursa-bursa Asia sehingga jatuh ke zona merah. Investor asing masih terus lakukan aksi jual.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 178,46 poin (0,98%) ke level 18.113,34.
  • Indeks Straits Times turun 9,24 poin (0,30%) ke level 3.021,37.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
Perdagangan saham akhir pekan lalu berlangsung bervariasi. IHSG bergerak konsolidasi dalam rentang 43 poin dan tutup menguat terbatas 14,687 poin (0,33%) di 4521,882 terimbas sentimen positif dari kawasan. Nilai transaksi di Pasar Reguler turun menjadi Rp3,85 triliun dibandingkan rata-rata harian sepekan terakhir sebesar Rp4,4 triliun. Pelaku pasar lebih banyak menahan diri menanti rilis laporan keuangan 3Q15 yang bakal keluar dalam waktu dekat. Sementara secara keseluruhan sentimen eksternal yang menggerakan perdagangan masih terkait dengan ekspektasi penundaan kenaikan tingkat bunga tahun ini setelah data ekonomi AS yang keluar kurang bagus.

Sementara di Wall Street akhir pekan lalu indeks saham utama cenderung bergerak di teritori positif terutama juga dipicu sentimen penundaan tingkat bunga di negara tersebut. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,43% dan 0,46% tutup di 17215,97 dan 2033,11. Harga minyak mentah tutup menguat 1,90% di USD47,26/barel. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,77% dan 0,90%. Ini merupakan penguatan tiga pekan berturut-turut. Sedangkan harga minyak mentah sepekan koreksi 4,51% setelah pekan sebelumnya melonjak hingga 8,7%.

Melanjutkan perdagangan awal pekan keempat di Oktober ini, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatannya dalam rentang konsolidasi. Sentimen eksternal dari kawasan diperkirakan akan mendominasi pergerakan IHSG seperti data ekonomi produksi industri dan PDB 3Q15 China yang akan keluar awal pekan ini. Perekonomian China di 3Q15 dperkirakan tumbuh 6,8% (yoy) melambat dari kuartal sebelumnya 7% (yoy). Sedangkan dari domestik, katalis pergerakan harga saham dalam waktu dekat adalah rilis kinerja 3Q15. Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak dengan support di 4500 dan resisten di 4550.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat, naik sebesar +14 poin (+0,33%) ke 4.521.

IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatannya dengan terbatas. Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.343 – 4.622

Indeks bursa global seperti AS, Eropa , Asia pada perdagangan akhir pekan secara umum ditutup positif melanjutkan penguatannya.

Emas ditutup di US$ 1.177,40 per troy ounce atau -0,47%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 47,73 per barel atau 1,86%.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads