Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 12,828 poin (0,28%) ke level 4.534,710 menjadi satu-satunya yang menghijau di antara bursa regional. Aksi beli selektif investor domestik membuat IHSG bertahan positif.
Aksi beli selektif mendorong saham-saham menguat. Delapan sektor industri di lantai bursa berhasil menguat, sektor pertambangan dan industri dasar melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melambatnya ekonomi China tidak membuat investor berhenti berburu saham potensial. Saham-saham unggulan, seperti perbankan dan konsumer masih diminati investor.
China mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,9% sepanjang kuartal III-2015. Angka ini merupakan yang terendah sejak krisis keuangan global terjadi di 2009 lalu.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 130.003 kali dengan volume 3,566 miliar lembar saham senilai Rp 2,616 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 97 turun, dan 66 saham stagnan.
Bursa-bursa regional hingga siang ini bergerak mix cenderung melemah, hanya pasar saham China yang positif. Pelaku pasar khawatir lambatnya ekonomi China bisa menular ke global.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 71,93 poin (0,39%) ke level 18.219,87.
- Indeks Hang Seng melemah 45,64 poin (0,20%) ke level 23.021,73.
- Indeks Komposit Shanghai naik 17,06 poin (0,50%) ke level 3.408,41.
- Indeks Straits Times berkurang 8,61 poin (0,28%) ke level 3.022,00.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 2.900 ke Rp 28.100, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 900 ke Rp 12.000, Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 16.000, dan Indocement (INTP) turun Rp 475 ke Rp 19.075.
(ang/dnl)











































