Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, dirinya belum bisa mengumumkan anak perusahaan yang akan dilepas ke publik tahun depan.
"Memang ada, pelaksanaan IPO untuk anak usaha sudah siap tahun depan, tapi kami masih tentukan siapa anak perusahaan yang akan di-IPO karena tujuannya adalah untuk menguatkan kinerja anak perusahaan itu," kata Dwi ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sambungnya, pihaknya memastikan anak perusahaannya di bidang penerbangan, PT Pelita Air Service, batal dilepas ke publik dari rencana sebelumnya yang menargetkan IPO tahun ini.
"Kalau Pelita Air kami tidak lakukan IPO karena saat ini kondisi pasarnya sedang berat. Begitu pun tahun depan, kalau pasarnya sedang buruk pun mungkin kita hanya akan lepas ke publik sedikit," jelasnya.
Dwi menuturkan, Pertamina mulai mencari perusahaan penjamin (underwriter) untuk melaksanakan rencana IPO ketiga anak usahanya tersebut.
"Tapi memang pada dasarnya semua anak-anak perusahaan sudah siap. Tinggal nanti mana yang kita pilih," jelasnya.
Saat ini, ada 7 dari 18 anak perusahaan Pertamina yang operasi bisnisnya bergerak di luar sektor migas. Berdasarkan laporan keuangan tahun lalu, 7 anak perusahaan Pertamina tersebut menyumbang US$ 246,93 juta.
(ang/ang)











































