Hari ini, 20 Oktober 2015, tepat satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi telah didaulat menjadi presiden ke-7 RI pada 20 Oktober 2014 untuk periode 2014-2019, bersama pasangannya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Setahun telah berlalu. Perjalanan setahun ini merupakan tantangan berat yang harus dihadapi keduanya, terutama menghadapi kondisi ekonomi global yang tidak 'bersahabat'. Selain tak luput dari kritikan, Jokowi-JK dianggap telah menorehkan berbagai kesuksesan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi pertama soal pemberantasan pencurian ikan atau illegal fishing yang dilakukan oleh para nelayan asing. Pemerintahan Jokowi berkibar salah satunya berkat kesuksesan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Hingga saat ini, Susi telah berhasil menenggelamkan 70-97 unit kapal ilegal asing. Tentu, ini merupakan keuntungan yang baik bagi industri kelautan dan perikanan dalam negeri.
Prestasi kedua soal pembubaran Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), yang merupakan anak usaha Pertamina.
Pemerintah meyakini jika eksistensi Petral tidak dibutuhkan lagi saat ini. Melalui pembubaran ini, Pertamina akan lebih fokus untuk menggenjot minyak dan gas menjadi lebih baik ke depan. Petral telah usai.
Prestasi ketiga soal peringkat investasi Indonesia di mata dunia. Lembaga rating Standard & Poor Services (S&P) telah menaikkan peringkat investasi Indonesia menjadi positif dari sebelumnya stabil. Ini menunjukkan jika iklim investasi di Indonesia sudah lebih baik dari sebelumnya.
Memang tidak diragukan, naiknya peringkat investasi tersebut dibuktikan dengan langkah pemerintah mempermudah perizinan investasi melalui satu pintu atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di BKPM.
Pemerintah juga telah memangkas budget Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk dialihkan ke proyek-proyek infrastruktur, nilainya sekitar Rp 290 triliun.
Lantas, apa selanjutnya?
Di tahun kedua ini, diharapkan pemerintahan Jokowi-JK akan menjadi lebih baik, dengan prestasi yang mungkin bisa melebihi prestasi di tahun pertama pemerintahannya.
Berbagai stimulus kebijakan ekonomi Jokowi-JK diharapkan mampu mendorong perekonomian saat ini yang memang sedang dalam kondisi naik-turun. Setidaknya, beberapa indikator ekonomi seperti neraca transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) tidak akan melebar terlalu dalam, dan nilai tukar rupiah terhdap dolar Amerika Serikat (AS) akan tetap stabil.
(drk/hen)











































