Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin seharian menghabiskan waktu di zona hijau. Indeks pun ditutup di level 4.585.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (20/10/2015), IHSG ditutup menanjak 15,980 poin (0,35%) ke level 4.585,824. Sementara itu LQ45 bergerak naik 3,51 poin (0,45%) menjadi 788,905.
Wall Street berakhir negatif gara-gara koreksi di saham kesehatan dan bioteknologi. Pelemahan sedikit ditahan oleh naiknya saham-saham teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak variatif jika melihat sentimen global dan regional yang beredar. Pelemahan rupiah masih akan memberi sentimen negatif.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 144,95 poin (0,80%) ke level 18.352,10.
- Indeks Straits Times menguat 18,52 poin (0,61%) ke level 3.037,55.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat untuk keempat hari perdagangan terakhir. Indeks naik sebesar +15 poin (+0,35%) ke 4.585 setelah bergerak di antara 4.562-4.608.
Pergerakan IHSG hari ini akan cenderung bervariasi dengan menguji resistance 4.622. Estimasi pergerakan indeks hari ini masih berada di 4.500 β 4.622
Indeks bursa AS ditutup tipis, DJIA di tutup -0,08%, S&P500 0,14% dan Nasdaq ditutup turun -0,50%.
Mayoritas indeks saham di Eropa ditutup melemah. Indeks FTSE100 di Inggris - 0,11%, sedangkan indeks DAX di Jerman -0,16% dan CAC di Perancis -0,64%.
Dari Asia, indeks saham ditutup menguat. Indeks Hang Seng di Hong Kong +0,04% dan indeks Nikkei225 di Jepang 0,42%.
Emas ditutup di US$ 1.175,80 per troy ounce atau 0,44%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 47,81 per barel atau -1,40%.
OSO Securities
Pada perdagangan Selasa (20/10), IHSG bergerak mixed dan berakhir di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0.35% atau 15.98 poin ke level 4,585.82. Penguatan IHSG didukung dari mayoritas sektoral yang menguat di mana sektor mining mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1.04% yang kemudian disusul sektor finance dan sektor agri. Hanya sektor infrastruktur dan misc industry yang terkoreksi dengan penurunan masing-masing sebesar 0.62% dan 1.84%. Meski dana asing sempat keluar akibat rupiah yang justru menunjukkan pelemahan nyaris ke level 13.700an, namun di akhir perdagangan asing kembali melakukan aksi beli meski tidak terlalu signifikan. Hal ini menandakan bahwa pasar saham di Indonesia masih menarik dan para investor masih menaruh kepercayaan terhadap perekonomian di Indonesia. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 54.91 miliar. Sepertinya pergerakan rupiah dan masuknya dana asing masih akan membayangi gerak IHSG seiring dengan minimnya sentimen yang terjadi dari dalam negeri.
Dari bursa Asia, indeks Nikkei mengalami sedikit penguatan sebesar 0.42% setelah sebelumnya melemah akibat dari melambatnya pertumbuhan China. Kali ini bursa Jepang naik seiring dengan menguatnya saham-saham berbasis telekomunikasi. Di samping itu, Shanghai juga ditutup menguat sebesar 1.14% di tengah rilisnya data Balance of Trade China bulan September yang lebih tinggi dibanding sebelumnya yakni SF3.05B, kendati masih di bawah target. Sedangkan, Indeks ST-Times melemah sebesar 0.18%, Sensex turun 0.20% dan Hangseng jeblok sebesar 0.37%.
Sementara itu bursa Wall Street mengalami koreksi di tengah membaiknya data ekonomi AS yang rilis kemarin seperti, data Housing Starts MoM bulan September yang naik dari -1.7% menjadi 6.5% dan data Redbook YoY 17 Oktober meningkat menjadi 1.3% dari sebelumnya 1.1%. Indeks Dow Jones turun sebesar 0.08%, S&P 500 melemah 0.14% dan Nasdaq juga terkoreksi sebesar 0.50%.
Buruknya data PPI YoY Jerman bulan September dari sebelumnya -1.7% menjadi -2.1% serta jebloknya angka Current Account zona Eropa bulan Agustus menyeret indeks ke jurang negative di mana indeks FTSE 100 terjelembab 0.11%, indeks CAC 40 terjun 0.64% dan indeks DAX melemah 0.16%.
Kami prediksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Secara teknikal, indicator MACD Histogram dan Stochastic Oscillator bergerak menguat di area overbought. Namun, indikator RSI menunjukkan pelemahan. Kami memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4550-4620.
(ang/ang)











































