Kontribusi berupa dividen dan pajak Antam kepada negara sejak 2012 terus turun. Pada 2012 sebesar Rp 2,4 triliun, menurun pada 2013 menjadi Rp 1,9 triliun lalu anjlok pada 2014 hanya Rp 575 miliar.
Kondisi ini rupanya membuat emiten berkode ANTM itu terpaksa mengencangkan ikat pinggang. Kesejahteraan direksi termasuk beberapa fasilitas pun dipangkas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tedy mengusulkan anggota DPR Komisi VII memberi dukungan pada Antam agar bisa kembali mengekspor ore alias bijih tambang. Pendapatan ekspor ore bisa meningkatkan kontribusi terhadap negara mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
"Kami minta dukungan komisi VII agar bisa meningkatkan ekspor ore. Pendapatan dari penjualan ore turun drastis sejak ekspor ore dibatasi, Kita memberi kesempatan ke Filipina dan Australia yang menggencarkan ekspor ore. Ini bisa meningkatkan kontribusi kepada negara sampai lebih dari Rp 1 triliun tetapi harus dilakukan dengan hati-hati," ucapnya.
Akibat larangan ekspor produk tambang mentah ini kontribusi Antam ke pemerintah menjadi semakin kecil. Semester I-2015 ini kontribusinya hanya Rp 111 miliar.
(ang/dnl)










































