Agus Marto Sebut Naik-Turun Rupiah Tak Seburuk Brasil, Turki, dan Rusia

Agus Marto Sebut Naik-Turun Rupiah Tak Seburuk Brasil, Turki, dan Rusia

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2015 12:41 WIB
Agus Marto Sebut Naik-Turun Rupiah Tak Seburuk Brasil, Turki, dan Rusia
Foto: Gubernur BI Agus Martowardojo (Rengga Sancaya-detikFinance)
Jakarta - Pasca penguatan tajam, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif. Dolar AS yang sebelumnya di level Rp 13.200 kembali naik ke Rp 13.700 dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo menuturkan, volatilitas rupiah masih di bawah 10%. Artinya belum sampai pada titik yang dianggap buruk dan mengkhawatirkan.

"Kalau nilai tukar kan selalu supply dan demand, jadi kalau sekarang fluktuasi kita di bawah 10% itu bukan suatu fluktuasi yang terlalu buruk ya. Jadi artinya secara umum, ini masih bisa diterima," terang Agus, di sela-sela acara Trade Expo Indonesia ke 30 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terutama bila dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Menurut Agus, rupiah masih lebih baik bila dibandingkan dengan Brasil, Afrika Selatan (Afsel), Turki, dan Rusia.

"Dibandingkan dengan mata uang yang lain, tentu mata uang yang lain lebih bergerak. Lihat kondisi Brasil, Turki, Afsel, Rusia itu kan mereka jauh lebih tinggi volatilitasnya. tapi secara umum kita volatilitasnya di bawah 10% dalam keadaan yang bisa diterima," ujar Agus.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads