Dirut PT Timah, Sukrisno mengatakan, salah satu efisiensi yang dilakukan perusahaan adalah menyetop perjalanan dinas, baik itu di dalam maupun ke luar negeri.
"Oh banyak yang seperti itu. Sekarang PT Timah perjalanan ke mana-mana itu sudah nggak ada lagi. Roadshow ke luar negeri nggak ada lagi, apanya yang mau di-roadshow?" ujarnya ditemui sebelum RDP dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Timah masih memberikan fasilitas rumah dinas untuk para direksi yang bertugas di kantor pusat. "Fasilitas rumah dinas di kantor pusat ada," ujarnya.
Sukrisno mengaku, PT Timah sudah melakukan berbagai efisiensi sejak 2012, yaitu sejak harga komoditas dunia mulai lesu. Kondisi ini diperparah dengan ekonomi Indonesia yang lesu tahun ini.
"Karena kondisi memang begini (ekonomi lesu). Rapat-rapat semua harus dilakukan di kantor pusat. Penghematan ini saya sudah mulai dari 2012. Harga pokok (timah) dari US$ 19 per 1.000 ton sudah turun ke US$ 16 per 1.000 ton. Semua kita perketat," katanya.
PT Timah meraup laba Rp 5,03 miliar di akhir Juni 2015, anjlok 98% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Kinerja PT Timah merosot akibat penurunan harga timah dunia seiring lesunya pertumbuhan ekonomi dunia
(ang/dnl)











































