Menutup perdagangan, Selasa (20/10/2015), IHSG tumbuh 19,402 poin (0,42%) ke level 4.605,226. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,875 poin (0,62%) ke level 793,780.
Wall Street terkena koreksi akibat pelemahan di saham-saham sektor kesehatan dan energi. Kembali turunnya harga minyak dunia menjadi sentimen negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak variatif. Sentimen negatif datang dari luar negeri, sedangkan dari dalam negeri ada sentimen positif paket ekonomi V Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 24,46 poin (0,13%) ke level 18.529,82.
- Indeks Straits Times naik 5,35 poin (0,18%) ke level 3.031,05.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
Sejak dibukanya market Indeks Harga Gabungan Saham (IHSG) kembali melanjutkan penguatan hari sebelumnya dan mengakhiri perdagangan saham pada Rabu (21/10) di teritori positif di mana indeks mengalami kenaikan sebesar 0.42% atau 19.40 poin ke level 4,605.23. Kemarin, indeks sempat masuk ke level tertinggi di 4,645.24 dan level terendah di 4,591.23. Berbeda dengan rupiah yang kembali merosot sebesar 0.30% terhadap dollar tepatnya di level 13.724. Transaksi di pasar saham kemarin terlihat cukup ramai di mana asing melakukan net buy sebesar Rp 373.54 miliar, menjadi katalis pendorong IHSG ke zona hijau. Mayoritas indeks sektoral mencatatkan penguatan dengan kenaikan tertinggi diduduki oleh sektor basic industry sebesar 2.89% diikuti sektor agri yang naik sebesar 1.94%. Sedangkan sektor misc industry dan mining ditutup melemah, masing-masing mencatatkan pelemahan sebesar 0.23% dan 0.54%.
Bursa Jepang sempat bergerak melemah pasca memburuknya nilai ekspor Jepang yang menjadi beban pada perdagangan kemarin di mana nilai ekspor tercatat turun dari 3.1% menjadi 0.6%. Namun, di akhir perdagangan Indeks Nikkei justru berbalik arah naik ke level 18,554.28 atau naik 1.91% seiring dengan adanya sentimen cerah akibat dari mencuatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang akan meningkatkan pelonggaran moneter lebih lanjut pada pertemuan 30 Oktober nanti. Berbanding terbalik dengan indeks China yang jatuh cukup dalam sebesar 3.06%, menambah kekhawatiran investor terhadap kesehatan perekonomian di negara tersebut.
Sementara itu, seluruh indeks utama bursa Wall Street mengakhiri perdagangan di zona negative dimana Dow Jones menurun 0.28% ke level 17,168.61, S&P 500 terkoreksi 0.58% ke level 2,018.94 dan Nasdaq terperosok paling dalam sebesar 0.84% ke level 4,840.12. Harga minyak yang jatuh ke posisi terendah selama 3 minggu terakhir, membuat bursa AS kehilangan momentum untuk melanjutkan rally.
Dari bursa Eropa justru mencatatkan penguatan menjelang pertemuan ECB yang akan memberikan stimulus tambahan. Indeks FTSE 100 menguat 0.05%, CAC 40 naik 0.46% dan DAX melaju 0.89%.
Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat seiring dengan berhembusnya kabar bahwa Pemerintah akan merilis paket kebijakan ekonomi ke V. Secara teknikal, IHSG berada pada tren penguatan di mana indikator MACD Histogram dan MFI bergerak naik begitu pun dengan Stochastic Oscillator. Kami memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4550-4650.
Kiwoom Securities
Dow Jones dan bursa Asia pagi ini diperdagangkan cenderung melemah di tengah kekuatiran kinerja perusahaan akibat perlambatan ekonomi dunia. Candlestick IHSG membentuk pola "inverted hammer" sehingga berpotensi memicu aksi profit taking hari ini. Rupiah melemah ke level Rp 13,730 per US$ pagi hari ini. Oleh karena itu kami memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran negatif hari ini.
(ang/ang)











































