Tidak hanya itu, perusahaan mulai memilih bahan baku yang lebih murah hingga mengevaluasi kontrak dengan pihak ketiga untuk memangkas biaya yang tidak perlu.
"Meski aspek efisiensi menjadi fokus Antam saat ini, namun dilakukan tanpa mengganggu kegiatan operasional yang dilakukan. Pemberian remunerasi, maupun hak karyawan serta manajemen tetap dilakukan dengan mengacu pada regulasi yang berlaku," kata Senior Vice President Corporate Communication Aneka Tambang, Tri Hartoni, kepada melalui keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Jumat (23/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu upaya efisiensi yaitu dengan mengurangi fasilitas karyawan tertentu seperti kendaraan dinas dengan tetap mengutamakan mobilitas karyawan guna menunjang aktivitas kerja. Sementara pemberian fasilitas kepada Direksi, termasuk kendaraan dinas, tetap dilakukan dengan mengacu pada regulasi yang ada," jelas Tri.
Â
Program penghematan biaya emiten berkode ANTM itu juga dilakukan dengan optimalisasi kinerja operasional dengan memilih bahan baku yang lebih murah.
"Langkah penghematan lainnya yaitu melalui penggunaan umpan bijih yang lebih murah dari Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara di Pomalaa, evaluasi terhadap kontrak-kontrak dengan pihak ketiga serta penerapan Vendor Held Stock (VHS) yang menghilangkan biaya persediaan bahan bakar," jelasnya.
Â
Di saat pendapatan turun, penghematan ditempuh agar proyek-proyek Antam yang tengah dalam proses pembangunan bisa tetap berjalan. Di saat yang sama Antam tengah menyelesaikan pembangunan PLTU batu bara berkapasitas 2x30 MW untuk dapat menekan biaya produksi feronikel.
Pembangunan PLTU batu bara, lanjut Tri, merupakan bagian dari Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) yang akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel dari 18.000-20.000 TNi menjadi 27.000-30.000 TNI per tahun.
Sebelumnya Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman, mengatakan fasilitas untuk manajemen level atas sudah dikurangi gara-gara kinerja perusahaan yang loyo.
"Mohon maaf, harus jujur kondisi ini membuat kami harus melakukan efisiensi di mana-mana. Mobil direksi sudah kami tarik semua. Vice President sudah tidak pakai kendaraan semua. Semua fasilitas kita tekan," kata Tedy dalam rapat dengan komisi VII di gedung DPR-MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
(ang/ang)











































