Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (23/10/2015), IHSG menanjak 68,584 poin (1,50%) ke level 4.653,146. Sementara Indeks LQ45 melaju 15,233 poin (1,93%) ke level 804,738.
Bursa saham di seluruh dunia kompak menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, setelah China memangkas suku bunga acuannya untuk keempat kalinya tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan IHSG akan menguat mengikuti penguatan pasar saham Asia. Aksi beli investor asing diprediksi berlanjut.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 234,81 poin (1,25%) ke level 19.060,11.
- Indeks Komposit Shanghai melompat 43,69 poin (1,30%) ke level 3.412,43.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
Pasar saham kembali bergerak bullish pekan kemarin. IHSG akhir pekan lalu tutup di 4653,146 atau menguat 68,584 poin (1,5%) Selama sepekan IHSG berhasil menguat 2,9% membaikkan posisi pekan sebelumnya yang koreksi 1,5%. Posisi IHSG akhir pekan lalu adalah posisi penutupan tertingginya sejak perdagangan 10 Agustus lalu. Dukungan penguatan IHSG pekan lalu ditopang masuknya kembali dana asing sebagaimana tercermin dari pembelian bersih asing sepekan kemarin mencapai Rp1,12 triliun. Penguatan nilai tukar rupiah atas dolar AS hingga ke Rp13491 akhir pekan lalu juga turut memicu aksi beli pemodal. Pergerakan bullish pasar saham pekan lalu dipengaruhi faktor eksternal maupun internal.
Dari internal, pasar merespon positif kebijakan Paket Ekonomi V yang memberikan insentif pajak bagi korporasi. Sedangkan dari eksternal sentimen pasar lebih dipicu tren pelemahan dolar atas sejumlah mata uang kawasan terutama emerging market setelah The Fed diperkirakan baru akan menaikkan tingkat bunganya di awal tahun depan. Dari kawasan zona Euro sentimen positif muncul dari pernyataan Draghi, Presiden ECB, yang memberikan sinyal siap meluncurkan program stimulus lanjutan untuk menahan perlambatan ekonomi di kawasan tersebut. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu masing-masing menguat 0,90% dan 1,10% tutup di 17646,70 dan 2075,15. Sedangkan indeks Nasdaq menguat hingga 2,27% di 5031,86. Selama sepekan terakhir indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 2,5% dan 2,07%. Indeks saham di Wall Street telah menguat selama empat pekan berturut-turut.
Melanjutkan perdagangan di awal pekan terakhir Oktober, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren penguatannya. Dari eksternal, langkah bank sentral China (PBoC) yang akhir pekan lalu kembali memotong tingkat bunganya 25 bp akan memberikan sentimen positif bagi pasar saham kawasan Asia. PBoC sejak November tahun lalu telah memangkas tingkat bunganya sebanyak enam kali untuk menahan laju perlambatan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Tingkat bunga pinjaman untuk satu tahun saat ini di 4,35% dan simpanan 1,5%. Sedangkan dari domestik, katalis pasar akan banyak digerakkan oleh sentimen laba kuartal tiga sejumlah emiten. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4630 hingga 4700 berpeluang tutup di teritori positif.
OSO Securities
Jumat pagi kemarin (23/10) disambut dengan IHSG yang sudah gagah masuk ke zona hijau hingga akhir perdagangan. IHSG mengakhiri pekan kemarin dengan pergerakan positif dimana IHSG terbang ke level 4,653.14 atau naik sebesar 1.50%. Seluruh indeks sektoral juga kompak bergerak positif dengan kenaikan tertinggi diduduki oleh sektor basic industry dengan mencatatkan kenaikan sebesar 3.12% kemudian disusul sektor konstruksi dan sektor manufaktur yang masing-masing naik 3.00% dan 1.93%. Selain itu, rupiah juga kembali perkasa pada perdagangan akhir kemarin . Pergerakan rupiah tak luput dari sentimen dalam maupun luar negeri, seperti beberapa kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta sentimen dari The Fed yang diperkirakan tidak akan dinaikkan Oktober ini dan ECB yang akan mengeluarkan stimulus moneter. Pelaku asing terlihat agresif melakukan aksi beli di mana asing membukukan net buy sebesar Rp 406.63 miliar pada Jumat kemarin.
Dari bursa Asia nampaknya masih dibayang-bayangin sentimen dari Bank Sentral Eropa yang memberikan sinyal positif bahwa langkah- langkah stimulus akan datang awal Desember. Selain itu, naiknya bursa Asia juga didorong dari data Nikkei Manufacturing PMI Flash yang positif menjadi 52.5 serta Interest Rate Decision China yang turun menjadi 4.35%. Indeks Nikkei naik 2.11%, Shanghai naik 1.30%, ST-Times naik 1.00%, Sensex naik 0.67% dan Hangseng naik 1.34%.
Sementara itu, tidak jauh berbeda bursa Wall Street juga mencatatkan pergerakan positif berkat laporan kinerja saham tekonologi yang bagus dimana indeks Dow Jones menguat tipis sebesar 0.90%, indeks S&P 500 naik 1.10% dan indeks Nasdaq memimpin penguatan yakni sebesar 2.27%. Penguatan juga terjadi seiring dengan membaiknya data Markit Manufacturing PMI Flash AS bulan Oktober dari sebelumnya 53.1 menjadi 54.
Adanya sinyal baik dari Bank Sentral Eropa yang memperkirakan bahwa stimulus moneter akan muncul di awal Desember menjadi sentiment positif bagi pergerakan bursa Eropa. Indeks FTSE 100 mengalami penguatan sebesar 1.06%, indeks CAC 40 naik 2.53 dan indeks DAX mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 2.88%.
Kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat seiring dengan beberapa sentimen positif dari dalam maupun luar negeri. Secara teknikal, indikator MFI terlihat berusaha keluar dari area netral. Sedangkan indikator RSI dan Stochastic Oscillator bergerak menguat di area overbought. Kami memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4605-4700.
(ang/ang)











































