Produsen tablet komputer CyrusPad itu menawarkan 200 juta lembar saham. Saham MKNT sempat menyentuh level terendah di angka Rp 250 dan tertinggi di angka Rp 340 per saham.
Pada pembukaan perdagangan sahamnya berada di Rp 250 per lembar. Sahamnya ditransaksikan sebanyak 18 kali dengan total volume 1.000 lot nilanya Rp 36,54 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah saham yang ditawarkan kepada publik setara 20% dari total model disetor. Dengan demikian, dana yang bisa diraup dari aksi korporasi ini sekitar Rp 40 miliar. Sebanyak 70% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja.
Sedangkan 30% sisanya untuk membayar sebagian utang bank. Sebanyak Rp 15 miliar akan dipakai untuk membayar utang ke PT Bank JTrust Indonesia Tbk (dulu bank Mutiara)
Saldo utang perseroan di Bank JTrust adalah Rp 22,5 miliar. Utang ini akan jatuh tempo pada Desember 2015. Sisa utangnya akan dilunasi pakai kas internal perusahaan.
Bisnis perseroan saat ini adalah perdagangan telepon seluler (ponsel), gadget (smatphone, phablet, dan lain-lain) dan voucher. Perseroan merupakan agen tunggal pemegang merek gadget Cyrus dan berperan sebagai importir serta wholesaler untuk produk tersebut.
Perseroan bekerjasama dengan operator-operator telekomunikasi di Indonesia seperti PT Indosat Tbk (ISAT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Telkom Tbk (TLKM) dan PT Hutchison 3 Indonesia dalam mendistribusikan voucher dengan produk ponsel perseroan, maupun dijual secara wholesale atau ritel langsung kepada pengguna.
Saat ini perseroan punya pusat layanan purna jual yang disebut Cyrus Care Center di 10 kota besar Indonesia. Sementara itu, untuk retail outlet Perseroan punya 10 Cyrus Store yang menjual semua produk Cyrus di 9 kota besar Indonesia.
Mayoritas saham MKN dikuasai oleh PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo Tbk yang dulu sahamnya terdaftar di BEI dengan kode DMAD waktu masih bernama PT Dharmindo Adhiduta Tbk.
BEI mencopot atau delisting saham DMAD dari papan perdagangan bursa pada 12 Maret 1999.
(drk/ang)











































