"Penjualan turun 15% dampak dari pelemahan rupiah," kata Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, usai pencatatan saham perdana perseroan, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2015).
Dia menjelaskan, penjualan tablet Cyrus berkontribusi 30% dari total pendapatan perseroan. Sebesar 70% disumbang dari penjualan isi ulang pulsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jefri menyebutkan, saat ini seluruh produk-produknya diimpor langsung dari China, sehingga sangat bergantung pada naik-turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Meski demikian, Jefri mengungkapkan, pihaknya masih optimistis kinerja sampai akhir tahun akan mencatatkan laba. Di akhir tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih Rp 15 miliar-Rp 20 miliar, lebih tinggi dari laba bersih di tahun sebelumnya sebesar Rp 6,2 miliar.
Namun, angka penjualan diperkirakan masih akan menurun sebesar 5% di akhir tahun ini dengan mempertimbangkan kurs. Targetnya, penjualan akhir tahun ini akan bisa dibukukan di angka Rp 800 miliar-Rp 900 miliar.
"Penjualan prediksi penurunan 5%, bottom line, ada kenaikan karena biaya bunga bank kan sudah habis dibanding tahun lalu bunga bank besar, laba bersih bisa Rp 15 miliar-Rp 20 miliar, tahun lalu Rp 6,2 miliar, penjualan tahun ini Rp 800 miliar-Rp 900 miliar," pungkasnya.
(drk/dnl)











































