Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (26/10/2015), IHSG ditutup naik 38,565 poin (0,83%) ke level 4.691,711. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 8,161 poin (1,01%) ke level 812,899.
Wall Street melemah tipis terseret koreksi saham Apple dan energi. Turunnya harga minyak juga menjadi sentimen negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diprediksi akan terkena koreksi jika melihat sentimen dari pasar regional. Posisi IHSG juga sudah masuk area jenuh beli.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 22,16 poin (0,12%) ke level 18.924,96.
- Indeks Straits Times turun 7,56 poin (0,25%) ke level 3.075,51.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
Sesuai dengan perkiraan, IHSG masih memiliki kekuatan untuk tetap mempertahankan pergerakannya di zona hijau. Sejak dibukanya market IHSG terus bergerak naik dan ditutup di level 4,691.71 atau naik sebesar 0.83% pada perdagangan kemarin. Tercatat sebanyak 154 saham naik, 88 saham stagnan dan 125 saham bergerak melemah. Membaiknya hasil kinerja emiten kuartal III menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan IHSG. Selain itu, penguatan IHSG juga terjadi seiring dengan rupiah yang terlihat mulai stabil serta beberapa paket kebijakan ekonomi yang sudah dirilis juga memberikan tenaga bagi IHSG untuk tetap eksis di teritori positif. Mayoritas indeks sektoral bergerak menguat dipimpin sektor finance yang naik sebesar 1.66% disusul mining yang naik sebesar hampir 2%. Tiga sektor bergerak melemah yakni sektor basic industry, misc industry dan agri. Nampaknya pelaku pasar asing sudah mulai menunjukkan sikap jenuh beli, terlihat dari investor yang justru memilih melakukan aksi profit taking. Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 5,81 triliun.
Beberapa indeks saham di bursa Asia berakhir mengalami penguatan dimana indeks Nikkei naik ke level paling tinggi selama 2 bulan terakhir pasca Bank Sentral China memangkas suku bunga. Sementara itu Bellwethers Hitachi Ltd dan Panasonic Corp melonjak di tengah munculnya harapan bahwa perusahaan akan mendapatkan keuntungan besar. Indeks Nikkei naik 0.65%, Shanghai naik 0.50%, ST-Times menguat 0.48%. Namun sensex dan Hangseng justru melemah sebesar 0.40% dan 0.15%.
Setelah rilisnya data penjualan rumah AS yang mengecewakan, mendekati level terendah selama satu tahun pada bulan September serta didukung ekspektasi bahwa bank sentral AS yang akan meninggalkan suku bunga mendekati nol pada hari Rabu semakin memperburuk pergerakan bursa Wall Street. Dua dari tiga indeks utama di bursa AS mengalami pelemahan yakni indeks Dow Jones turun 0.13% ke level 17,623.05 dan S&P 500 melemah 0.19% ke level 2,071.18. Sedangkan indeks Nasdaq menguat tipis 0.06%.
Sejalan dengan bursa AS, beberapa indeks di zona Eropa juga terkoreksi namun tidak lebih dari 1%. Indeks FTSE 100 dan CAC 40 bergerak melemah dimana masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 0.42% dan 0.54%. Sedangkan DAX mencatatkan kenaikan yang sama dengan Nasdaq yakni naik sebesar 0.06%.
Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed di tengah kondisi IHSG yang sudah masuk ke area rawan koreksi. Secara indikator, MACD Histogram masih gagah untuk bergerak niak di area overbought. Namun indikator Momentum dan RSI sudah bergerak melemah. Kami memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4650-4730.
Kiwoom Securities
Mixed-nya Wall Street di tengah relatif turunnya bursa regional dapat mempengaruhi sentimen. IHSG masih dapat menguat diikuti berlanjutnya sentimen beli asing kemarin. Namun, posisi di dekat resistance serta adanya open gap dapat memperlambat laju penguatan ini. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif pada hari ini.
(ang/ang)











































