Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di Rp 13.611 dibandingkan posisi pada perdagangan sore kemarin di Rp 13.637.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 25,233 poin (0,54%) ke level 4.666,478 terseret koreksi pasar saham Asia. Investor melepas saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi, IHSG terpangkas 54,404 poin (1,16%) ke level 4.637,307 akibat tekanan jual yang ramai terjadi sejak pembukaan perdagangan. Untungnya IHSG masih bertahan di 4.600.
Hampir seluruh indeks sektoral melemah di zona merah. Sektor industri dasar terkena koreksi paling dalam hingga siang hari ini.
Menutup perdagangan, Selasa (27/10/2015), IHSG melemah 17,653 poin (0,38%) ke level 4.674,058. Sementara Indeks LQ45 turun 2,166 poin (0,27%) ke level 810,733.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 157,875 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.462 kali dengan volume 5,753 miliar lembar saham senilai Rp 5,12 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 178 turun, dan 92 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia sore ini bergerak mixed, sebagian ada yang berhasil keluar dari zona merah. Pasar saham Jepang dan Singapura masih melemah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 170,08 poin (0,90%) ke level 18.777,04.
- Indeks Hang Seng naik 26,48 poin (0,11%) ke level 23.142,73.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 4,76 poin (0,14%) ke level 3.434,34.
- Indeks Straits Times berkurang 28,54 poin (0,93%) ke level 3.054,53.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 600 ke Rp 18.025, Astra Agro (AALI) naik Rp 475 ke Rp 20.875, Mandom (TCID) naik Rp 300 ke Rp 17.500, dan Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 175 ke Rp 5.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 4.450 ke Rp 84.250, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 20.525, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 475 ke Rp 10.775, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 45.900.
(ang/hen)











































