Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun ke level 4.647,390. Koreksi yang terjadi kemarin dilanjutkan oleh IHSG
Aksi jual langsung marak terjadi sejak pembukaan bursa. Pelaku pasar mengantisipasi hasil rapat The Federal Reserve (The Fed) dengan melepas saham-saham yang berpotensi melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual, terlihat dari LQ45 yang terpangkas hingga lebih dari dua persen. Aksi jual membuat juga membuat sembilan indeks sektoral jatuh ke zona merah.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 138.299 kali dengan volume 3,847 miliar lembar saham senilai Rp 3,061 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 180 turun, dan 81 saham stagnan.
Bursa-bursa regional hingga siang hari ini bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Hanya bursa saham Jepang yang masih bisa menguat.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 96,30 poin (0,51%) ke level 18.873,34.
- Indeks Hang Seng melemah 134,42 poin (0,58%) ke level 23.008,31.
- Indeks Komposit Shanghai turun 20,60 poin (0,60%) ke level 3.413,73.
- Indeks Straits Times berkurang 9,45 poin (0,31%) ke level 3.043,08.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 1.050 ke Rp 16.975, United Tractor (UNTR) turun Rp 825 ke Rp 19.450, Indocement (INTP) turun Rp 675 ke Rp 19.850, dan BRI (BBRI) turun Rp 525 ke Rp 11.075.
(ang/dnl)











































