Salah satu yang ditetapkan adalah rata-rata nilai transaksi harian di lantai bursa yang dibidik Rp 7 triliun tahun depan, dari tahun ini Rp 6 triliun.
"Penetapan tersebut berdasarkan hasil estimasi data historis selama 2009 sampai dengan 30 September 2015," kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, dalam RUPSLB yang diselenggarakan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penetapan asumsi tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan sudah adanya pemulihan indikator perekonomian di tahun depan, sehingga meningkatkan minat dan keyakinan untuk menghimpun pendanaan dari pasar modal," kata Tito.
BEI juga memprediksi akan terdapat 51 emisi obligasi korporasi. Menurut Tito, penetapan jumlah tersebut dilakukan berdasarkan asumsi bahwa nilai emisi yang dicatatkan pada 2016 adalah sebesar Rp 49,96 triliun dengan rata rata nilai penerbitan per emisinya sebesar Rp 960 miliar.
Jumlah emisi obligasi di 2016 ditargetkan naik 4% atau 2 emisi dibandingkan target di 2015.
"Diharapkan pada 2016 yield obligasi tetap stabil karena adanya upaya pemerintah menjaga stabilitas Surat Berharga Negara, sehingga mendorong stabilitas cost of fund obligasi yang cukup menarik untuk emiten untuk kembali menerbitkan obligasi baru atau melakukan refinancing atas surat utang yang sudah jatuh tempo," kata Tito.
Realisasi obligasi sampai dengan 27 Oktober 2015 adalah 41 emisi senilai Rp 53,99 triliun dan terdapat 13 emisi Obligasi dalam proses senilai Rp 7,7 triliun.
Di 2016, BEI memproyeksikan akan memperoleh Total Pendapatan Rp 888,51 miliar atau meningkat 19,04% dibandingkan Total Pendapatan pada RKAT 2015-Revisi senilai Rp 746,41 miliar.
Peningkatan tersebut diperkirakan karena adanya kenaikan pada pos Pendapatan Usaha sebesar 12,3% menjadi Rp 795,99 miliar.
Selain itu, diproyeksikan Biaya Usaha BEI untuk 2016 adalah sebesar Rp 774,8 miliar (termasuk Biaya Pungutan OJK dengan asumsi 15% dari total pendapatan untuk 2016) sehingga Laba Sebelum Pajak menjadi Rp 113,7 miliar.
Setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp 32,41 miliar maka perkiraan nilai Laba Bersih BEI di 2016 sebesar Rp 81,29 miliar.
Total Aset BEI pada 2016 diproyeksikan sebesar Rp 2,08 triliun atau naik 4,77% dari RKAT 2015-Revisi yang berjumlah Rp 1,98 triliun. Adapun Saldo Akhir Kas dan Setara Kas (termasuk investasi jangka pendek) di 2016 diproyeksikan mencapai Rp 1,21 triliun.
RUPSLB BEI hari ini dihadiri oleh 108 pemegang saham dari 109 anggota bursa aktif atau sebanyak 99,08% dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara. Selain telah disetujuinya RKAT 2016, pemegang saham juga secara aklamasi menyetujui agenda RUPSLB BEI lainnya yakni Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
(ang/dnl)











































