Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di Rp 13.470 dibandingkan posisi pada perdagangan sore kemarin di Rp 13.611.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun ke level 4.647,390. Koreksi yang terjadi kemarin dilanjutkan oleh IHSG
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG jatuh 72,948 poin (1,56%) ke level 4.601,110 akibat tekanan jual yang cukup kuat. Indeks nyaris lengser dari level 4.600.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual, terlihat dari LQ45 yang terpangkas hingga lebih dari dua persen. Aksi jual juga membuat seluruh indeks sektoral jatuh ke zona merah.
Menutup perdagangan, Rabu (28/10/2015), IHSG anjlok 65,318 poin (1,40%) ke level 4.608,740. Sementara Indeks LQ45 amblas 14,753 poin (1,82%) ke level 795,980.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 387,503 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 247.505 kali dengan volume 6,641 miliar lembar saham senilai Rp 5,554 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 186 turun, dan 93 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia rata-rata ditutup melemah sore ini. Hanya pasar saham Jepang yang bertahan di zona hijau.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 125,98 poin (0,67%) ke level 18.903,02.
- Indeks Hang Seng melemah 186,16 poin (0,80%) ke level 22.956,57.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 59,14 poin (1,72%) ke level 3.375,20.
- Indeks Straits Times turun 7,28 poin (0,24%) ke level 3.045,25.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.275 ke Rp 19.600, Matahari (LPPF) turun Rp 1.025 ke Rp 17.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 45.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 525 ke Rp 8.850.
(ang/dnl)











































